Berjiwa besar
Seorang pemuda yang baru saja gagal melamar kerja,tampak duduk lemas dipinggir jalan.Dia begitu terpukul,apalagi ini kegagalan yang kesekian kali.Kebingungan pemuda itu kian bertambah rumit saat mengingat orang tuanya di kampung halaman yang berharap banyak bisa dibantu soal materi.Maklumlah dia satu-satunya anak bungsu lelaki yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarga.
Tidak lama berselang,saat larut dalam keputusasaannya,seorang pak tua menghampiri pemuda itu.Dia menyapa ramah,seolah ingin tahu kenapa pemuda itu tampak begitu terpukul.
"Anak muda,ada cerita yang bisa kau bagi padaku,kenapa kau tampak tidak bersemangat?"
tanya pak tua sambil mengelus punggung pemuda itu.
"Aku bingung pak,sejak di-PHK ,sudah kesekian kali aku gagal melamar kerja.Padahal aku butuh pekerjaan dan menghasilkan uang,untuk membantu orang tua di kampung."Jawab si pemuda kurang bersemangat.
"Nak,aku bingung bagaimana harus membantumu.Tapi aku ingin berbagi sedikit nasihat kehidupan.Kau tahu bagaimana rasanya bila segenggam garam dilarutkan dalam segelas air,tentu rasanya sangat asin dan jelas tak enak.Tapi coba,kau larutkan kedalam payau kecil yang luasnya 3 kali lipat ember untuk mencuci pakaian,tentu rasa asinnya sangat sedikit.Bahkan bisa jadi tidak terasa sedikitpun."papar pak tua seolah ingin memberi pesan bijak dalam ceritanya.
"Aku bingung apa maksud bapak,"Jawab pamuda itu sambil menegakkan wajahnya.
"Kau akan merasa sakit dan terpuruk menjalani pahitnya kehidupan ini,bila kau mengecilkan jiwamu,layaknya seukuran gelas kecil yang dituangi garam tadi.Tapi coba bila kau membesarkan jiwamu,layaknya sebesar payau air tadi,atau bahkan lebih besar lagi,maka pahitnya kehidupan lebih bisa kau terima.Dengan begitu,semoga kau bisa lebih tabah dan sabar menjalani semua kesulitan.Anak muda,besarkanlah jiwamu.Tumbuhkan kebijaksanaan dalam hati hati dan pikiranmu,niscaya hidup yang lebih bermakna akan kau terima,"tutur pak tua itu bernada menasehati.
Pemuda tadi merenung sejenak sambil menghela nafas panjang,lalu berkata,"Terima kasih banyak pak tua.Mulai detik ini aku akan selalu mengingat nasihatmu.Aku akan lebih bijaksana,sabar dan tekun berusaha sambil meminta pada Yang Maha Kuasa."
Perbincangan mereka berakhir.Pak tua itu melanjutkan perjalannya,demikian si pemuda,lebih tenang menerima kegagalannya dan siap melangkah,mencoba dan mencoba.
Anda boleh saja gagal,bangkit kembali menumbuhkan harapan,lalu meraih sukses besar.Satu hal yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah,bahwa kebijaksanaan merupakan tumpuan dasar dalam menumbuhkan sikap sabar dan pantang menyerah dalam menjalani hidup.
0 komentar to “Berjiwa besar”